Cinta Dunia Pangkal Segala Penyakit

JALSATUL ITSNAIN MAJELIS RASULULLAH SAW

SENIN, 13 MARET 2017

-ALHABIB MUHAMMAD BIN HUSEIN BIN SYEKH ABU BAKAR BIN SALIM-

 

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah puji syukur ke hadirat Allah Swt dan sholawat serta salam kepada Rasulullah Saw. Dengan karunia dari Allah, dengan pemberian dari Allah kita bersama-sama bisa berkumpul di malam yang mulia ini dengan taufiq dari Allah swt yang sesungguhnya taufiq itulah hanya dari Allah Swt. Sesungguhnya Allah Swt dengan kemuliaanya, dengan anugrahnya bisa memberikan kepada yang Allah mau, dan bisa juga Allah menyiksa siapapun yang Allah mau dan Allah inginkan, dan kita bersyukur kepada Allah yang mana Allah memberikan kepada kita anugrahnya sehingga kita bisa hadir di tempat yang mulia ini. Karena dunia ini adalah dunia yang di laknat sebagaimana kita telah di berikan kabar oleh nabi kita Nabi Muhammad Saw. Dan dari sabda Rasulullah Saw bahwa dunia ini di laknat tetapi di kecualikan 2 hal yaitu zikir kepada Allah Swt dan selainnya sebagaimana sabda Rasulullah Saw bahwa dunia dan seisinya ini di laknat oleh Allah Swt kecuali berzikir kepada Allah dan sejenisnya.

Orang yang tertipu  yang  melihat keindahan duniawi ataupun sibuk mengumpulkan kekayaan duniawi sesungguhnya semua itu adalah fitnah yang melalaikan seseorang. Sebagaimana Allah Swt mencontohkan kepada kita  dalam Al-Qur’annya menunjukan kepada kita  betapa rendahnya dunia ini. Dan sebagaimana firman Allah yang di firmankan ketahuilah kalian bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini  hanyalah sebagai hiasan dan juga sebagai sesuatu yang melalaikan dan juga hal-hal di dalamnya saling membanggakan diri  dan membanggakan anak-anak atau istri. Dan perihal contoh ini yang Allah contohkan dalam Al-Qur’an tentang kehidupan duniawi yang sia-sia yang isinya permainan, yang isinya sesuatu yang melupakan terhadap akhirat dan memperbanyak dalam urusan harta dan urusan dunia, itu semua  Allah jadikan contohnya seperti turunnya hujan kepada suatu tempat lalu di sebutkan orang-orang kuffar (orang-orang petani bukan orang-orang kafir) tetapi para petani-petani sangat senang dengan tumbuhnya tumbuhan-tumbuhan yang indah tetapi tidak lama tumbuhan tersebut menjadi kering lalu sirna begitu saja dan begitu lah kehidupan di dunia ini.

Lalu Allah Swt melanjutkan setelah menunjukan kepada kita bahwa kehidupan di dunia hanyalah seperti itu hanya sesaat yang hilang lalu Allah mengatakan  adapun di akhirat nanti kalau tidak seseorang mendapatkan azab yang berat dari Allah ataupun ampunan dari Allah Swt dan keridhoan dan sesungguhnya kehidupan di dunia ini hanyalah tempat orang-orang tertipu di dalamnya. Dan Allah memberikan dan menunjukan bahwa kehidupan di dunia ini yang mereka sibukkan itu sesungguhnya adalah sesuatu yang sirna, yang akan hilang, yang sifat nya sementara saja.

Sebagaimana di sebutkan dalam hadist di dalam shohih Imam Muslim, Rasulullah pernah melewati suatu tempat lalu Rasulullah melewati bangkai kambing kecil yang sudah terpotong telinganya, sudah mati di pinggir jalan lalu Rasulullah mengatakan  siapa yang mau membeli ini dari saya dengan harga 1 dirham? Lalu sahabat ada yang mengatakan ya Rasulullah kalau seandainya ini hidup dan dia dalam keadaan seperti ini maka tidak ada orang yang mau membeli apalagi kalau sudah mati. Bagaimana kalau dia sudah mati? Bagaimana kita akan membelinya ya Rasulullah? dan Rasulullah akan memberikan mereka pelajaran dari contoh yang Rasulullah berikan ini. Ketahuilah sesungguhnya dunia ini semua nya di sisi Allah lebih rendah dari pada bangkai ini  di mata kalian semua. Sebagaimana sabda Rasulullah sendiri bahwa kecintaan terhadap dunia adalah kepala dari semua kesalahan-kesalahan. Kalau seandainya bukan karena orang-orang sibuk dengan mencari dunia mereka kehidupan yang mereka sibukan itu maka mereka tidak akan jauh dari majelis-majelis yang semacam ini. Adapun majelis majelis zikir majelis perkumpulan orang-orang yang berzikir sebagaimana sabda Rasulullah Saw sesungguhnya yang di dapat oleh majelis zikir itu adalah surga Allah. Kalau seandainya kita seseorang yang di ingat misalnya seseorang yang memiliki jabatan yang tinggi bahwa si fulan ini menyebut nama engkau orang yang memiliki kedudukan yang tinggi dari sisi duniawi pasti orang tersebut akan gembira dan bangga diri . Lalu di lanjutkan kalau seseorang itu mengingatku di hadapan orang-orang maka Allah mengatakan aku akan mengingat orang tersebut di dalam perkumpulan yang lebih mulia yaitu perkumpulan nya malaikat-malaikat Allah. Dan betapa beruntungnya orang yang hadir majelis yang semacam ini yaitu Allah mengingat orang tersebut di hadapan para malaikat-malaikat. Karena kita sekarang di dalam majelis ini sedang berzikir kepada Allah Swt, maka pasti Allah akan mengingat kita juga. Mengingat kita dengan curahan rahmatnya. Dan juga dengan pemberian-pemberiannya yang begitu besar dari Allah Swt. Sebagaimana sabda nabi Saw di dalam hadist qudsi juga yang lainnya yang mana Rasulullah menyebutkan dalam hadist qudsi tersebut bahwa malaikat mengatakan kepada Allah ada orang-orang yang hadir tujuannya tidak ada dari pada tujuan berzikir, hanya tujuannya urusan duniawi saja dan Allah tidak mengatkan terhadap orang yang datang padahal tidak sama dengan niat kepada Allah, hanya dengan urusan duniawinya tidak mengatakan bahwa orang ini tidak mendapatkan ampunan, tetapi Allah mengatakan dan bagi orang tersebut juga ampunan dari ku kenapa? Karena mereka adalah suatu golongan yang tidak rugi orang yang bersama mereka.

Maka janganlah engkau sibukkan dirimu apalagi memikirkan urusan-urusan duniawi. Sibukan dirimu dengan tuhan mu Allah Swt. Jadikan hatimu ini memiliki ikatan yang kuat untuk cinta kepada Allah cinta kepada Rasulullah Saw. Dan urusan dunia sesungguhnya Allah sudah tuliskan dari semenjak engkau lahir sampai engkau wafat sudah di catat oleh Allah. Rezeki mu dan amalanmu sudah tertera dan di tulis oleh Allah Swt. Sebagaimana di katakan oleh Al-Imam Abdullah bin Alwi Al-Haddad dalam bait syairnya sesungguhnya yang sudah tertulis bukan untukmu maka tidak akan sampai kepadamu dan sesungguhnya sesuatu yang sudah tertulis itu untukmu maka pasti itu akan datang kepadamu. Maka beliau mengatakan maka sibukan dirimu dengan Allah dan juga dengan apa yang Allah perintahkan kepadamu. Yaitu sibuknya tentang apa? Tentang melaksanakan syariat-syariat Allah dan segala yang di fardhukan oleh Allah Swt. Karena mereka para ulama dan cucu Rasulullah Saw mereka memahami dan memandang terhadap dunia sama seperti pemahaman dan pandangan Rasulullah Saw. Sebagaimana di sebutkan juga oleh Al-Imam Haddad di dalam bait syair yang lainnya sesungguhnya dunia ini rendah dan kejadian-kejadiannya sangat banyak  dan kehidupannya rendah sekali. Kehidupannya rendah, waktu nya sangat singkat, dan tidak lah seseorang itu sibuk untuk mendapatkannya kecuali memang mata hatinya sudah buta. Sesungguhnya dia tidak memiliki akal kalau sesungguhnya dia mempunyai akal pasti dia akan menyadari bahwa dia sudah salah.

Mudah-mudahan memohon kepada Allah Swt agar Allah mengisi hati kita memenuhi hati kita dengan kecintaan kepada Allah dan kecintaan kepada Rasulullah. Dan mudah-mudahan Allah Swt selalu memberkati kepada orang-orang yang ada di majelis ini khususnya para Habaib dan dewan guru yang ada disini dan seluruh yang ada disini. Dan kita memohon kepada Allah Swt agar di anugrahkan kita semua lisan kita lisan orang-orang yang selalu berzikir, hati kita hati yang selalu bersyukur dan kita mendapatkan ilmu-ilmu bermanfaat

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Raih pahala, sebarkan kebaikan..

Comments are closed.