Laporan Dakwah Sukoredjo, Pandaan, Malang Jawa Timur

Laporan Dakwah Sukoredjo, Pandaan, Malang Jawa Timur

{mosimage}{mosimage}Pagi Jumat 13 Februari 2010
Saya bersama Muhammad Ainiy meninggalkan Bandara Soekarno hatta pk 07.00 menuju Bandara Juanda Surabaya, kami tiba dan telah dinanti oleh Hb Muhammad Bin Hadi, seorang pengusaha yg mapan di wilayah Surabaya, beliau memang selalu simpatik dalam hal yg bersifat dakwah, dan sangat perduli dg perluasan dakwah khususnya di wilayah Jawa Timur.

Beliau mempunyai Villa di wilayah Tretes, wilayah Tretes dikenal sebagai tempat rekreasi dan juga banyak terdapat prostitusi, namun beliau sering mengadakan Tablig Akbar di wilayah Tretes dan sekitarnya, juga pengajian berkala bersama KH Sa’dullah dan jamaah, dan pernah beberapa kali saya menginap di Villa nya yg dipinjamkan begitu saja bagi para da’I dari jauh yg berkunjung.

Habib Muhammad bin Hadi menjemput saya dan mengantar saya ke Masjid sekaligus pesantren KH Sa’dullah yg memang merupakan tujuan acara kunjungan saya kali ini.

Kami tiba pk 10.00 WIB, dimeriahkan dg sambutan Hadroh dan Thola’al Badru, jamaah sangat bersemangat dan haru, karena sudah 6 tahun saya tidak kunjung ketempat tsb, kira kira pd awal 2002 saya mengunjungi KH Sa’dullah dan berkenalan, lalu mulailah kunjungan demi kunjungan yg kemudian menjadi kunjungan bulanan berkala, beliau memimpin lebih dari 60 cabang majelis taklim, di 60 wilayah seputar Jawa Timur dan sebagian Jawa tengah, Pernah saya berkata pada beliau, bisakah jamaah dipadukan kesemuanya dari semua cabang?, beliau mengeluhkan transportasi, beliau berkata paling tidak kita butuh 80 sampai 100 truk untuk mengangkut mereka dari seluruh wilayah.., Subhanallah..

Saya pernah mengunjungi hampir seluruh wilayah cabang majelis beliau, dan memang setiap cabang tidak kurang dari 1000 sampai 5000 orang hadirinnya, namun beliau sangat rendah hati dan selalu merendah, seakan akan berlaku sebagai khadim, khususnya bagi para habaib, dan beliau adalah ulama dan da’I yg gigih, tabah, dan bersemangat dalam terus memperluas dakwahnya,

Beliau pernah bercerita ketika melewati medan medan yg jauh di pedalaman jawa timur, beliau berkata : disini dulu belum ada jalan mobil habib, kami berjalan kaki berjam jam untuk mencapai perkampungan dg membawa hadroh untuk berdakwah.. dan dulu kami Cuma punya truk tua, maka truk itulah yg mengantar kami kemanapun wilayah yg kami kunjungi, truk sering mogok dan kami bersama sama mendorongnya walau hujan deras sekalipun, dan kami sering sampai ke Solo atau bahkan Jakarta dg Truk itu..
Saya katakan : Yai apakah tidak kelelahan jamaah diatas Truk sampai Solo atau Jakarta…??, beliau menjawab sambil tertawa: mereka murid murid saya itu Pasukan Katak bib, mereka ampibhi, dimana saja hidup..

Wahai Rabb, perbanyaklah para Da’I beriwa Baja seperti ini, sungguh muslimin akan cepat terbenahi jika banyak ulama dan kyai yg berjiwa tegar penuh semangat sebagaimana beliau, semoga Allah swt melimpahkan Rahmat dan Kemudahan selalu kepada beliau, dan Inayah serta pertolongan dalam perjuangan beliau dan hari hari beliau, juga kepada segenap para da’I dimuka Bumi, khususnya wilayah Indonesia, negeri muslimin terbesar dimuka bumi… Amiin..

Raih pahala, sebarkan kebaikan..

Comments are closed.