Laporan seputar Iedul Adha dan Tablig Akbar Malam 1 Januari 2007

Laporan seputar Iedul Adha
dan Tablig Akbar Malam 1 Januari 2007

{mosimage}Pagi hari ahad 31 januari 2006 tampak sejuk dengan curahan hujan yang deras di pelbagai wilayah seputar ibukota, namun hari ahad ini lebih mulia dari hari ahad lainnya karena merupakan hari Iedul Adha 1427 H, gema Takbir di masjid-masjid terus berkumandang dan hujan pun terus turun dengan derasnya, tak luput di parkir Majelis Taklim Alkarimah Pimpinan KH Ahmad Baihaqi di bagian Utara Manggarai wilayah Jakarta selatan yang telah dijadwalkan oleh Majelis Rasulullah saw untuk menjadi tempat pelaksanaan shalat Iedul Adha yang pertama kalinya, dengan Imam dan Khatib Hb Munzir Almusawa.

Hingga pukul 06.00 pagi itu hujan mulai reda, namun hanya tampak belasan orang saja yang sudah tiba karena tentunya mereka semua terhalang untuk hadir dikarenakan hujan yang merata diseluruh wilayah Jakarta, maka pagi itu shalat Iedul Adha dimulai pk 06.30wib, hadir padanya sekitar dua ratus muslimin muslimat yang kebanyakan dari wilayah setempat, walaupun ada juga beberapa pemuda yang berdatangan dari pelbagai wilayah cabang MR diantaranya Fatmawati, Buncit, Mampang prapatan, Depok dan lainnya. Pelaksanaan shalat Iedul Adha dan khotbah selesai dengan ringkas pk 7.15wib dan jamaah kembali kerumahnya masing-masing.

Rupanya aktifitas di MT Alkarimah itu tidak selesai sampai disitu, karena menantikan acara besar yaitu Tablig Akbar tahunan Majelis Rasulullah saw yang memang mengadakan tablig akbar setiap tahunnya di malam 1 januari dan telah berlangsung 3 tahun berturut-turut dan kali ini bertempat di MT Alkarimah Manggarai Utara Jakarta selatan yang akan diadakan di malam harinya.

KH Ahmad Baihaqi adalah seorang pemuda yang sangat bersemangat dan berjiwa baja dalam perluasan Dakwah, ia adalah putra didik belasan tahun dibawah bimbingan pribadi Almarhum KH Maksum Aljauhariy yang menjadi Sesepuh di Ponpes Lirboyo, KH Ahmad Baihaqiy ini akhir-akhir ini sangat akrab dengan Hb Munzir Almusawa, nampaknya ia ketemu sejoli, yaitu seorang teman yang juga berjiwa dakwah dan bersemangat baja, dan ia telah diangkat sebagai penasehat di MR pusat, maka dengan kerjasama keduanya terbentuklah gabungan dari 66 cabang majelis Rasulullah saw dan masyarakat umum untuk mendatangi undangan Allah dalam berdzikir di malam itu.

Siang hari itu kawasan pelaksanaan acara tampak mulai kering dari hujan, dan mulai magrib telah berdatangan hadirin dari pelbagai wilayah, acara dimulai pk 20.30wib dengan tahlil dan sambutan-sambutan, terlihat para Da’I besar berdatangan dan mengambil tempat di panggung yang telah disediakan, yaitu Hb Ahmad bin Jindan, Hb Jakfar bin Muhammad Bagir Alattas, Hb Ahmad bin Syeikh Al Kaff, Hb Mustofa Alattas, KH Salim Na’I dan beberapa tokoh masyarakat, ceramah pertama disampaikan oleh Hb Jakfar Alattas dan kemudian oleh KH Salim Na’I, yang kemudian barulah tiba Hb Munzir Almusawa yang datang terlambat, maka kemudian acara diteruskan oleh ceramah Hb Ahmad bin Nofel bin Jindan, dan dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Dhiya’ullami disertai lantunan Qasidah-qasidah dari Hadroh Majelis Rasulullah saw yang menenangkan jiwa, selepas maulid maka berdirilah penceramah terakhir KH Syafii Ahmad, yang kemudian tepat pk 23.35wib acara sepenuhnya diserahkan kepada Hb Munzir Almusawa untuk memimpin Dzikir Jalaalah (Yaa Allah) sebanyak 1000X.

Hb Munzir memberikan pendahuluan dengan beberapa hadits Qudsiy mengenai kemuliaan Dzikrullah, hadirin yang sudah berkisar antara 10 ribu personil itu khusyu mendengarkan saat saat dimulainya dzikir jalaalah. Hb Munzir mengingatkan bahwa saat sekarang ini saudara-saudara kita muslimin sebagian besar sedang dalam kegelapan dosa, dan tak ada maksiat lebih banyak dari ummat ini melebihi malam tahun baru setiap tahunnya, Paling banyaknya perzinahan, perjudian, mabuk-mabukan, panggung-panggung dangdut dan maksiat yang dijejali puluhan ribu muslimin, dan mereka itu memancing musibah turun kepada Muslimin.

Lalu dzikir pun dimulai dan beliau memandu dzikir tersebut, maka gemuruhlah sekitar 10 ribu muslimin itu dengan dzikir Yaa Allah.. Yaa Allah.., hingga sebagian hadirin merasa seakan-akan kiamat telah terjadi karena dahsyat nya gemuruh lafadz Jalaalah yang menggetarkan Jiwa, Nama Yang Paling berwibawa di alam ini sangat berpengaruh dihati ketika di lafadzhkan, disela sela dzikir itu Hb Munzir menyela dengan doa, memohon agar Allah melimpahkan hidayah bagi para muslimin yang dalam kemungkaran, dalam kemaksiatan, dan memaafkan kesalahan-kesalahan muslimin, menahan musibah dan mencukupkan Lumpur lapindo, bahkan ditengah gemuruhnya dzikir itu hb munzir berdoa dengan keras agar Allah mengguncang para penghuni Gereja dari kaum Nasrani, agar dihujani hidayah dan masuk kedalam agama Islam, dan agar Allah menghujani hidayah bagi semua orang kafir dimuka bumi agar menjadi ummat Muhammad saw, dan agar Allah menghujani hidayah bagi para pezina, pejudi, pemabuk dan pendosa agar diberi hidayah dan bertobat, dan agar menenangkan rintihan dan jeritan para ahlilkubur yang menggelepar dalam dosa dan himpitan di alam barzakh.

Ketika sudah hampir akhir dari dzikir tersebut maka terompet tahun baru yang memang mulai berkumandang pk 00.00wib itu terdengar riuh disertai rentetan kembang api dan petasan besar yang memenuhi langit, membuat hb munzir mengeraskan suara dan menangis semakin keras sembari memimpin dzikirnya dan jamaahpun semakin tenggelam dalam dzikir jalaalah, benar-benar ironi keadaan di malam itu, dan mulailah Hb Munzir tak lagi mampu menguasai diri, isak tangisnya tak tertahankan diikuti dengan gemuruh tangisan hadirin, diantara mereka yang teringat kuburnya, adapula yang teringat hari kiamat, adapula yang teringat keadaan teman-teman mereka yang wafat dalam kemaksiatan, ada yang teringat peristiwa tsunami, dan masing-masing dalam samudera pemikirannya, tinggallah Yang Maha Luhur memandang ribuan hamba-hamba Nya yang memanggil nama Nya untuk dikasihani.

Setelah acara selesai, Hb Munzir mengabarkan kepada hadirin bahwa ia telah bermimpikan Nabi saw sebelum pelaksanaan acara ini, dan Nabi saw berkata bahwa Majelis ini sangat menggembirakan hati beliau saw, hb munzir mengulang-ulang kabar itu sambil menangis.., semoga Allah Mencurahkan kemuliaan pada Muslimin, dan menjadikan tahun 2007 ini dipenuhi kemenangan muslimin, keberkahan muslimin, kemakmuran muslimin, amiin..

Nantikan VCD Tablig Akbar Majelis Rasulullah saw malam tahun baru 2007.

Raih pahala, sebarkan kebaikan..

Comments are closed.