Senin 24 Maret 2014, Penjelasan Kitab Risalatul Jami’ah, Sunah Setelah Wudhu


C
eramah Al habib Ahmad bin Novel Bin Salim bin Jindan
Di Masjid Al Munawar – Pancoran
Senin, 24 Maret 2014

الحمد لله والصلاة
والسلام على سيدنا رسول
الله محمد ابن عبد الله
وعلى آله وصحبه ومن والاه

أما بعد الحمد لله

Para habaib, para kiyai, hadirin wal hadirat yang dimuliakan Allah SWT, barusan kita mendengarkan apa yang disampaikan oleh orang tua kita Alhabib
Abdurahman bin Abdulqodir Basyurah sebagaimana juga kita telah mendengarkan ilmu yang luar biasa yang sangat indah yang belum kita dengar sebelumnya, yang
datangnya dari hati yang paling dalam yang disampaikan oleh kakak saya, guru saya, senior saya, addai ilallah alhabib Ali bin Abi Bakar Alhamid yang
mudah-mudahan diberikan keberkahan oleh Allah SWT.

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah SWT dari sejak saya kenal alhabib Ali lebih dari hampir dua puluh tahun kurang lebih dari sejak dihadramaut sampai detik
ini dan beliau dari sebelumnya sampai detik ini beliau habiskan seluruh hidupnya didalam belajar dan menuntut ilmu, lebih dari tigapuluh tahun usia beliau
sudah empat puluh tahun kurang lebih hidupnya seluruhnya beliau curahkan untuk ilmu, mudah-mudahan Allah kasih kebrkahan buat beliau.

Hadirin wal hadirat yang dimuliakan oleh Allah SWT, kemarin kita membahas tentang sunnah-sunnah wudlu yang demikian banyak. Kemarin sudah kita bahas
tentang salah satu sunnahnya wudlu adalah do’a ba’da wudlu atau doa setalah wudlu. Dan kita membahas bagaimana disunnahkan do’a tersebut
dibaca selesai wudlu menghadap kiblat dengan mengangkat tangan kita dengan tinggi kearah langit sebagimana yang telah diriwayatkan oleh para sahabat
Rasulillah Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam mereka menyaksikan baginda nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa alihi wa shahbihi wa salam
selesai wudlunya mengangkat kedua tangannya حتي يرى بيضاء
إبتيه sehingga terlihat putih ketiaknya nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam, kemudian beliau
berdo’a dan inilah do’a yang beliau ajarkan:

اشهد ان لاّ اله الاّ الله
وحده لاشريك له واشهد انّ
محمداً عبده ورسوله

اللهم اجعلني من
التّوّابين واجعلني من
المتطهّرين واجعلني من
عبادك الصالحين

Dan beberapa riwayat juga ditambahkan:

سبحانك اللهم وبحمدك أشهد
أن لاّ اله الاّ انت
أستغفرك وأتوب إليك اللهم
اجعلني من التّوّابين
واجعلني من المتطهّرين
واجعلني من عبادك
الصالحين

Kemudian setelah itu juga disunnahkan setelah membaca itu do’a diasunnahkan untuk membaca surat al qodr sebanyak tiga kali, kemudian setalah itu
membaca ayatul kursi satu kali dan al ikhlash satu kali dan ini adalah bagian dari sunnah nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam
setelah wudlu yang mana kemarin kita bahas apabila seseorang rutin dengan sungguh-sungguh membaca dan menjalankan do’a ini dengan benar maka
jaminannya insyaallah meninggal dengan khusnul khotimah. Dan dibukakan baginya pintu surga yang delapan dikatakan masuklah engkau kedalam surga melalui
pintu yang mana saja. Ini adalah bagian dari pada sunnah nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam yang sudah kita bahas dalam
pertemuan yang lalu. Sebenarnya masih banyak lagi sunnah-sunnah yang lain cuma disini ada beberapa yang ingin saya sebutkan yaitu ketika kita berwudlu kita
disunnahkan berwudlu dengan menghadap kearah kiblat, ini adalah bagian dari pada sunnah nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam,
karena itu perlu diperhatikan bagi yang ingin membangun mesjid ketika dia membangun mesjid dia bangun juga tempat wudlu kamar mandi dan toiletnya ketika
dia bangun hendaknya dia perhatikan menjadikan tempat-tempat wudlu keran-keran wudlu semuanya itu ditempat ketika orang berwudlu menghadap arah kiblat,
itulah yang diajarkan oleh nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam, sebagaimana ketika dia bangun mesjid dia bangun kamar mandi itu
toiletnya atau WC nya atau tempat jongkoknya hendaknya dia bagun bagaimana caranya dia tidak menghadap kiblat atau membelakangi kiblat, itulah yang
diajarkan oleh nabi besar Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam. Kita dapetin mungkin dibeberapa mesjid posisi keran wudlu membuat
seorang yang berwuldu engga ngadep kiblat, kita tinggal pintar-pintarnya kita saja bagaimana tubauh kita supaya bisa menghadap kiblat, sebab ini sunnah
yang sangat penting didalam berwudlu. Demikian pula diantara sunnah-sunnahnya adalah الجلس duduk ketika berwudlu. Duduk
ketika berwudlu adalah bagian dari sunnahnya nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam didalam berwudlu, kemudian juga ketika berwudlu
dianjurkan untuk tidak berbincang-bincang satu sama lain, engga boleh wudlu sambil ngobrol, ada orang manggil dia atau ngajak dia ngobrol diem jangan
diladenin dulu lepas wudlu baru dijawab pertanyaannya, baru diladenin omongannya, namun saat kita berwudlu kita tidak dianjurkan untuk tidak berbicara.
Disunnahkan ketika berwudlu kita diam dan membaca do’a-do’a yang diajarkan didalam saat berwudlu. Kemudian diantara sunnahnya kita diajarkan
ketika wudlu mengulang tiga kali – tiga kali, dan diantara sunnahnya juga menjalankannya tiga kali tidak boleh lebih, kalau lebih hukumnya makruh
kalau kurang juga hukumnya makruh. Didalam riwayat disebutkan bahwasanya baginda Rasulullah Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam memberikan
contoh kepada para sahabatnya beliau berwudlu, beliau ajarkan sahabatnya praktek, dan beliau berwudlu mengulang-ulang sebanyak tiga kali, setelah itu
beliau mengatakan هذا وضوئي ووضوء
الأنبياء من قبلي inilah wudlu-ku dan wudlu para nabi sebelum aku. Tiga
kali-tiga kali yang diajarkan oleh nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam. Ini adalah sunnah-sunnah nabi Muhammad Shalallahu alaihi
wa alaihi wa shahbihi wa salam yang bisa saya sebutkan dan sunnah-sunnah nabi banyak banget tidak terhitung, seperti saya sedbutkan Al imam Al Qutub Al
habib Hasan bin Abdullah bin Alwy Alhaddad itu kalau beliau berwudlu terkadang bisa memakan waktu satu jam, bukan karena was-was tapi wudlunya satu jam
menjalankan seluruh sunnah-sunnah nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam didalam berwudlu.

Hadirin wal hadirat yang dimuliakan oleh Allah ini semua sudah kita bahas tentang fardu wudlu hal-hal yang wajib dilakukan saat berwudlu dan
sunnah-sunnahnya wudlu, tinggal kita praktekkan dan kita jalankan dengan sebaik-baiknya sebab ilmu kalau engga kita jalankan, engga ada bedanya kita sama
orang bodoh kecuali satu hukuman bakal orang yang mengetahui ilmu dan engga mengamalkannya lebih berat dari pada orang yang bodoh yang tidak mengetahui
ilmunya, sebagaimana yang dinyatakan oleh Imamul Haddad didalam kitab adab sulukil murid.

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah SWT, ini semua sudah kita bahas dari awal sampai akhir, namun ada satu hal yang penting, ketika kita menjalankan ini
semua fardlu wudlu dan sunnah-sunnahnya nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam hendaknya ketika kita menjalankan ini semua yang
mendorong kita untuk menjalankan ini semua tiada lain yaitu demi untuk meneladani nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam, ini
ibaratnya yang kita bicarakan dari awal sampai akhir, ibarat manusia jasadnya, ruhnya apa? Manusia kalau engga ada ruhnya engga beda dengan bangkai, ruh
nya apa? Sifat al ubudiyah kepada Allah SWT sifat penghambaan diri kepada Allah, ini kita lakukan semua ini bukan rutinitas bukan hanya kebiasaan begitu
saja, tapi inilah kita harus bisa merasakan ini semunya didalam hati kita, kita hadirkan rasa penghambaan diri kita kepada Allah, kita adalah hamba
dihadapan Allah, Allah perintahkan ini kepada kita, ya Allah ini sekarang saya jalankan sebagai bentuk penghambaan saya kepada Engkau, dan ini perasaan
musti ada didalam hati kita ini adalah jantungnya kita harus merasakan yang kita teladani adalah baginda yang Agung baginda Nabi Besar Muhammad Shalallahu
alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam, seperti saya bilang kalau cuma sekedar melaksanakan rutinintas kebiasaan, ibaratanya jasad saja tanpa ruh, dan
ruhnya adalah keyakinan perasaan didalam hati ketika menjalankan ini semua kita adalah hamba Allah penghambaan al ubudiyah kepada Allah dan peneladanan
kepada baginda nabi besar Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam, ini yang harus diperhatikan wahai saudaraku semua, apabila ruh yang
semacam ini ada dihati kita ketika menjalankan ini semua ambil kabar pengaruh dari sunnah-sunnah yang kita jalankan akan terlihat didalam kehidupan kita
secara dzohir dan secara batin, pengaruhnya bakal nyata, sebagaimana sudah saya ceritakan Al imam Syafi’i meninggal dunia dibawa jenazahnya sebagai
mana wasiat Al Imam Syafi’i sebelum dibawa ke mesjid untuk disholatkan orang-orang Al Imam Syafi’i meminta untuk dibawa kepada rumahnya
sayidatina Nafisah, imam Syafi’i pengen sayidatina Nafisah menyolatkan jenazahnya sebelum orang-orang, hingga dibawa jenazahnya Imam Syafi’i
disholat sayidatina Nafisah dan dido’akan kemudian dibawa kemesjid untuk dido’akan orang-orang. Lepas itu ucapan sayidah Nafisah pujiannya
untuk Imam Syafi’i, siapa yang tidak kenal dengan Imam Syafi’i? ilmunya hingga detik ini tersebar keseluruh penjuru dunia engga ada seorangpun
dimuka bumi ini melainkan mengambil keberkahan dari ilmunya Al Imam Syafi’i, sampai beliau sebelum lahir pun sudah disebut oleh nabi Muhammad
Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam عالم القريش يملء
الطباق الأرض علمه seorang ‘alim dari bangsa Qurais yang
akan memenuhi seluruh penjuru dunia dengan ilmunya, Al Imam Syafi’i kata Imam ibin Hambal. Siapa yang kagak kenal tapi itu semua kemulian Imam
Syafi’i engga disebut oleh Sayidah Nafisah, Sayidah Nafisah gurunya Al Imam Syafi’i yang membuat Imam Syafi’i jadi semacam itu, seorang
wanita dari cucunya Rasulullah Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam, apa pujian dari sayidatuna Nafiasah? رحمه
الله الشافعى كان يحسن
الوضوء semoga Allah merahmati Syafi’i dahulu dimasa hidupnya dia berwudlu dengan bagus dan benar, itu aja
pujiannya satu. Wudlu yang bagaimana sampai menjadikan Imam Syafi’i Syafie. Wudlu yang engga cuma jasad saja tapi wudlu jasad dan ruh, wudlu yang
benar-benar sempurna seperti Al Imam Ali Zainal Abidin ketika berwudlu mukanya pucat, gemeteran, ketakutan, ditanya; Ya Imam kenapa engkau berwudlu pucat,
gemeteran, ketakutan? Apa jawaban Al Imam Ali Zainal Abidin ibni Husain ibni Ali abi Thalib wabna fatimatuzzahra. Beliau bilang engkau bertanya pertanyaan
itu kepadaku tidakkah engkau tahu setelah ini aku akan menghadap siapa? Menghadap الله جل جل له
وتعلت عظمته ini wudlu yang benar wudlu yang akan membawa pengaruh besar dalam kehidupan kita,
satu sunnah dari pada sunnahnya nabi Muhammad kalau kita jalankan dengan benar bakal membawa perubahan yang derastis didalam kehidupan kita, engga cuma
dalam kehidupan kita tetapi didalam didalam keadaan umat diseluruh penjuru dunia. Musibah yang menimpa umat karena sunnah-sunnah nabi Muhammad yang
terbengkalai yang disepelekan oleh umat islam. Mudah-mudahan dari majlis ini kita bisa menjalankan ajaran nabi Muhammad dengan sebaik-baiknya.

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah SWT, pembahasan kita tentang fardlu dan sunnahnya wudlu sampai disini dan insyaallah dalam pertemuan kita yang akan
datang kita akan membahas tentang mubtilatul wudlu hal-hal yang membatlkan wudlu, apa saja? Insyaallah akan kita bahas satu persatu dengan terperinci yang
mudah-mudahan bisa kita jalankan sebaik-baiknya.

Barusan dibacakan hadits nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam dari sahabat Al Barra ibnu Azib, Al barra ibni Azib adalah salah
satu sahabat Rasulillah Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam, beliau lahir ditahun yang sama dengan kelahiran sahabat Abdullah ibnu Umar ibnu
Khatab dan kecintaan beliau kepada Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam sangat besar saat itu usia beliau sangat muda sehingga
peperangan yang dihadiri oleh Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam dan para sahabatnya beliau tidak diperbolehkan untuk hadir
karena masih terlallu muda usianya. Hingga disebutkan pertempuran pertama yang beliau hadiri adalah peperangan khondaq, dimana Nabi Muhammad menggali parit
yang besar yang panjang demi untuk bertempur dengan orang-orang kafir yang datang dari mekah. Al Imam AtTirmidzi didalam kitabnya Syamail Muhammadiyah
banyak meriwayatkan hadits tentang sifat, bentuk fisiknya nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam, dan banyak hadits yang dibawakan
yang dikutif oleh Al imam AtTirmidzi kembali sanadnya kepada ini sahabat Albarra ibnu Azib sehingga kalau kita baca Assyamail Muhammadiyah karangan Al Imam
AtTirmidzi akan kita dapatin selalu nama Al barra ibnu Azib selalu terulang-ulang ketika menyebutkan bentuk fisiknya Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa
alaihi wa shahbihi wa salam dan harus kita tahu, para sahabat Rasulillah Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam mereka semuanya mencintai Nabi
Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam, namun ulama bilang; orang-orang dari pada para sahabat Rasulillah yang meriwayatkan hadits
tentang bentuk fisiknya Nabi muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam engga banyak, kenapa demikian? Kita akan dapetin sahabat-sahabat
yang meriwayatkan bentuk fisiknya Nabi Muhammad adalah anak-anak kecil dari sahabat-sahabat Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam,
adapun dari orang tua sedikit dari mereka yang menceritakan tentang bentuk fisiknya Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam, kenapa?
Kita bakal dapetin riwayat-riwayat hadits yang menceritakan bentuk fisiknya Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam kembalinya
kepada anak-anak sahabat diantaranya Sayidina Hasan dan Sayidina Husain yang mana ketika Rasul meninggal dunia beliau masih kanak-kanak. Al Hasan wal
Husain, Albarra ibin Azib, Abdullah bin Umar dan yang lain-lainnya masih diusia belasan tahun itu waktu, kenapa? Ulama bilang sebab mereka orang-orang tua
ketika mereka duduk dihadapan Rasulullah Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam engga ada seorangpun yang berani memandang secara langsung yang
lama menatap wajah Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam sebagai bentuk takdim dan penghormatan mereka yang luar biasa kepada
sosok Baginda Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam, mereka hanya mampu melihat sekilas dan menundukan kepala mereka dihadapan
Rasulillah Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam, ini orang-orang tua, beda dengan anak-anak yang masih polos yang masih murni mereka asik
dengan Rasulillah Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam sehingga dari sinilah ulama bilang sebagian besar dari sahabat yang meriwayatkan bentuk
fisiknya Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam adalah anak-anak kecil sahabat Rasulillah Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi
wa salam, kenapa? Karena anak-anak kecil mereka masih polos masih bisa melihat adapun mereka orang-orang tua yang berakal tidak berani memandang wajah Nabi
Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam, sampai disebutkan itu para sahabat kalau duduk dihadapan Rasulullah Shalallahu alaihi wa alaihi
wa shahbihi wa salam disebutkan كأن علي رأوسهم الطير
seakan-akan diatas mereka hinggap seekor burung saking khusyunya saking tunduknya dihadapan Rasulillah Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam,
inilah para sahabat Rasululillah Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam, wa sahabat Sayidina Barra ibin Azib yang barusan kita bacakan haditsnya
adalah salah seorang sahabat yang banyak meriwayatkan menceritakan bentuk fisiknya nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam.

Hadirin yang dimuliakan oleh Allah, hadits yang barusan kita baca AnNabi Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam mengajarkan kepada kita tentang
adabunNaum, do’a yang dibaca sebelum tidur, AnNabi Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam ngajarin kita adab, aturan, tata cara yang kita
jalankan sebelum tidur, banyak, panjang lebar, insyaallah akan kita bahas dalam pertemuan yang akan datang, ni waktu sudah tidak memungkinkan, berikut
dengan do’a-do’anya alhasil intinya ini do’a yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam didalam
hadits insyaallah akan kita bahas dalam pertemuan kita yang akan datang. Yang menjalankan ini do’a Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa
shahbihi wa salam bilang; orang yang membaca ini do’a sebelum tidurnya kemudia datang ajalnya maka dia meninggal dengan keadaan suci khusnulkhotimah.
Do’anya singkat, ringkas, padat tapi manfaatnya besar disisi Allah SWT, tinggal kita jalankan tadi sudah dibacakan terus ditangan kita juga ini
kertas ditulis disitu do’annya dari haditsnya nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa alaihi wa shahbihi wa salam, yang engga dapetin bisa ngelihat dari
webset tinggal dijalankan dengan sebaik-baiknya penjelasannya lebih detail lebih terperinci akan kita bahas dalam pertemuan yang akan datang. Mudah-mudahan
kita diberikan keberkahan oleh Allah SWT. Namun terus terang ini malam apa yang disampaikan oleh Alhabib Ali bimn Abi bakar Alhamid betul-betul indah
betul-betul membawa manfaat mudah-mudahan bisa kita jalankan dengan sebaik-baiknya. Amiin.

Raih pahala, sebarkan kebaikan..

Comments are closed.