Senin 27 Januari 2014, Ceramah KH. Syukur Ya’kub


C
eramah KH. Syukur Ya’kub
Di Masjid Al Munawar – Pancoran
Senin, 27 Januari 2014

Pertama saya ucapkan salam takdim atas nama pribadi dalam pertemuan kita pada malam ini yang penuh berkah yang betul-betul dibawah bendera dari majelis Rasulillah Shalallahu’alaihi wassalam pada malam ini, jadi saya pribadi menyampaikan salam takdim kepada seluruh para alim ulama, guru-guru dan tak lupa juga para habaib yang sama-sama kita muliakan yang merupakan ahlulbaiti Rasulillah Shalallahu’alaihi wassalam.

Hadirin dari saya tentunya kalau Syukur Ya’kub diibaratkan sebagai stok, sebenarnya Syukur Ya’kub ini stok lama tetapi ordernya order baru bahkan order disini saya merasa bahagia sekali, pada saat ini cucuran air mata saudara-saudara melihat hadirin, sekali lagi sudah tidah diragukan lagi walaupun ucapan-ucapan disana sini yang sangat menyakitkan hati bahkan sampai adanya sms saudara-saudara, pengurus rabithah dimajelis jamiat khair minggu kemarin telah melapor kepada saya, mengasih tahu adanya sms secara siran tapi takut menjelaskan siapa manusianya pak, siapa orangnya saudara-saudara yang menganggap bahwa upacara kita yang dipimpin oleh para habaib kita ahlulbaiti Rasulillah dikatakannya adalah biang bid’ah saudara-saudara. Saya kepengen liat cecongorannya kalo ditanah abang bilang ya pak, lu nongol aja gue embat ludes gitu saudara-saudara. Lihat saya sudah tua begini saudara-saudara takut menjelaskan namanya, mujahidin tapi takut namanya segala macam, la ilaha ilallah.

Kalo kita lihat sudah mulai abad ke tiga menurut kitab tarikh Muhammad Rasulullah Shalallahulaihi wasalam……….. maulid pertama yang diadakan oleh seorang raja, raja ibilin shohibul ibil. Ibil adanya di Irak utara saudara, yang sekarang ini dipenuhi oleh suku kurdi diibil, adapun rajanya ‘alim sufi, saudara-saudara, namanya Mudhofar Abu Said Kaujabari bin Bagdadi shohibul ibil, saudara-saudara… Abad ketiga, 300 tahun sudah ada maulid sampai detik ini sampai saat ini. Saudara-saudara kalo boleh saya umpamakan saudara-saudara maulid ini laksana matahari disiang bolong pak, ngga ada yang sentimen, ngga ada yang ngga seneng cahaya matahari, semua seneng pak. Ada yang ngga seneng ama matahari? ada saudara-saudara, orang yang matanya trachom, orang yang matanya belekan saudara-saudara, begitu juga orang yang ngga seneng maulid belekan matanya saudara. Ucapan almarhum syahid yang dibom disyiria Dr. Said Ramadhan al buthi beliau ditakuti pak, beliau pembela sunah wal jamaah, pembela madhab, dibom dimasjid. Apa beliau bilang “…………….” kita cinta nabi… cinta nabi.. cinta nabi, apa tanggung jawab kita dihadapan nabi? ……………………… sampai hati kita tinggalkan pak, ajaran nabi diinjak injak oleh orang-orang yang tidak senang, saya minta kepada saudara-saudara sebagai ujung tombak dari perjuangan nabi adalah Majelis Rasulillah bagaimana saudara-saudara untuk menghadapi mereka? Siap saudara-saudara? Kita ngga usah khawatir saudara-saudara! sekali lagi saya atas nama pribadi saudara-saudara saya merasa sedih saudara, sudah tidak diragukan lagi maulid nabi yang diadakan saudara-saudara.

Hadirin tepat apa yang pernah diucapkan oleh seorang syaikhul adhar, diantara ratusan-ratusan saiykul adhar yang paling jitu pemikirannya adalah Dr. Abdulhalim Mahmud, beliau ini telah mendapatkan satu predikat yang sangat tinggi yang disampaikain oleh guru saya Prof. Dr. KH. Abdullah bin Nuh, diantara ratusan syaikhul adhar-syaikhul adhar yang paling jitu pak adalah Dr. Abdul halim mahmud. Apa beliau bilang? Beliau bilang “ dalam peringatan maulid nabi umat islam tergantung kepada masing-masing sudut pandang, sudut pandang yang dipusatkan ada dua, pertama ada sudut pandang yang dipusatkan …………ada disini, sudut pandang yang dipusatkan……….titik, jadi orang yang tidak senang kepada maulid dia katakan bid’ah.

Apa Dr. Abdul Halim Mahmud bilang “…………..” sayang ayat dipotong-potong, ayat dikorupsi, duit boleh ente korupsi.. Ayat dipotong-potong sampai ………….titik. …………. sayang dia lupa dluha, kata Dr. Abdulhalim Mahmud. maka mereka itu kurang ngajar ama nabi menganggap buat apa kita bikin maulid? Muhammad ama kita sama …………apa bedanya. Karena baca ayatnya sepotong ngga dilanjutin ………….dan orang itu lupa bukan saj……aku tidak sama dengan kalian, bagaimana mau sama pak? Baca khosoisih Qubra lil imam Jalaludin As-Suyuti tentang pisik-visual. Pisiknyanya aja Allahuakbar ini khosoisih Qubra lil imam Suyuti, bagaimana mau sama saudara-saudara, ama keringatnya aja kita kalah Allahuma Sholi wasalim wabarik alaih, ………….. Rasul kalo lagi keringetan ngocos keringetnya dibadan dari jauh kita liat kaya mutiara…………… baunya tuh keringat ….lebih semerbak, lebih wangi dari wangi kasturi, keringatnya kita bau apa? Enak aja mau ngaku sama belum yang lain-liannya saudara. ……………….

kata Dr. Abdul Halim mahmud mereka lupa ada ayat suratun Nur ada ayat 99 …………..jangan sekali-sekali kamu memanggil nama nabi mu sebagaimana kamu memanggil nama kawanmu,. Muhamad..muhammad..muhammad mane? Enak aja kurang ajar! Ada muhammad tukang ojek ada, ini dia ….. kita panggil Syafiuna Muhammad, Sayiduna Muhammad, Habibuna Muhammad, Shalallahu alaihi wasalm, itu yan kita panggil pak.

Saya lillahi ta’ala sampai detik ini sampai seusia begini tahiyat pertama kek tahiyat kedua kek tidak ketinggalan Allahuma Sholi ala sayidina Muhammad… Allahuma sholi wasalim wabarik alaih. Saudara, maaf ini pak ada orang yang anti, anti kepada habaib, apa mereka katakan dalilnya mereka bilang bahwasanya apa namanya yang paling amat sangat kafir, musyrik………anti arab dalilnya begini, ngga belajar tafsir ni orang. beda “….” dengan “……..” adalah orang gunung, nabi bukan orang gunung, sentimen banget, apalagi kalo kita baca rawi tadi, kit baca marhaban asrakal, apa tuduhan mereka? Katanya sih itu kultus individu, dia tidak tahu apa artinya kultus individu itukan bahasa barat, saya kebetulan punya guru memang muhibin min ahlil bait Prof. Dr. Abdullah bin Nuh, saya punya guru saya tanya mama saya mau tanya apasih kultus individu, apa mama Abdullah bin Nuh bilang; “ Ya syakur (beliau bilang begini) ente coba ke bait ada kamus susunan …………namanya “………….” ada kamus almaulid……..itu kamus terdiri dari dua bahasa, bahasa arab dab bahasa inggris, coba ente cari ya syakur emang apa itu kultus individu? Saya ke bait aja kebetulan tuh kamus masih ada dirumah, …….ternyata kultus individu itu ” orang yang menyembah manusia” kan salah alamat.

Kita cinta ama nabi dikatakan kultus individu kan mustinya ditujukan kepada agama lain, saudara-saudara…salah alamat, kultus individu mustinya disampaikan kepada agama lain bukan kepda kita, kita nih mahabbah, ikhtiram, itulah jadi kultus individu itu jawaban mereka. Maka dari itu saya atas nama pribadi dalam pertemuan akbar pada malam ini saya minta kepada seluruh jamaah andaikat ada kegiatan majelis rasulullah dimana tempat biar kita sempatkanlah, sebab kita bukan mau hura-hura saja, kita ngaji baca kitab bukan hura-hura saja, kita ngaji dipimpin oleh guru kita yang memang sudah mempuyai pengalaman saudara-saudara,.
Hadirin terakhir sudut pandng yang kedua, yang tadi kurang ajar yang pertama, melihat nabi …………….kurang ajar.

Kalo sudut pandang kita perlihatan ……….jadi saudara-saudara yang kita peringati manusia ………bukan sembarangan pak, bagaimana pak, andaikata kita punya ada peringatan maulid, anak-anak ngga tahu siapa nabi kita, ngga tau.. coba saya tanya anak Rasulullah berapa saudara? Ayo… Teu nyaho? Pertama Zainab, Ruqoyah, Ummu Kalsum, Fatimah, Kosim yang lelaki sama Abdullah. Dari Mariyatul Qibtiyah..Ibrahim, tujuh saudara-saudara. saudara-saudara, hafal ngga saudara? Pacarnya nya aja hafal. Coba kalo tidak ada peringatan maulid, la ilaha illah bagaimana kita bakal tahu ahlak nabi? Saudara, Allahuma sholi wasalim wabarik alaih,.

Hadirin, dari saya atas nama pribadi oleh karena masih banyak yang kita akan dijelaskan oleh guru kita, oleh alhabib kita, insyaallah nanti pada suatu saat masalah-masalah apa yang disampaikan dalam kitab apa namanya, kitab yang disampaikan oleh Assakandari saya akan jelaskan tentang apa bedanya antara ………….. dengan ………… nanti suatu saat insyaallah.

Dari saya sekedar sambutan dan rasa cinta dan rasa senang pada malam ini saudara, begitu kita asrakal yang baca saya tadi apa pak? “Washalatu wasalam ya sayidi ya Rasulullah…………………….itu yang saya baca, jangan kira pak Rasul kaggak hadir pak, hadir saudara pak. Ada yang tanya gini Ustadz kalo yang asrakal sama waktunya malam ini juga ada seribu tempat sama asrakalnya, ustadz bilang nabi hadir, emang nabi ad berapa?

Untung saja saya punya guru al habib salim bin jindan, kakek antum habib. ana dateng ketempat beliau datengnya bawa paha kambing, bawa paha kambing dua, emang alhamdulillah ana punya aba tukang kambing, ditanya “syukur bawa apa?” bawa paha kambing. Coba pijitin habib dulu, saya pijitin dulu, mau apa? Mau nanya bib, ada yang nanya gini bib, kalo orang asrakal nabi hadir, bener? Nah kalo bersamaan waktunye? Ada seribu tempat ada seratus tempat, emang nabi berapa? Bodoh..bodoh…bodoh banget lu.. karena saya bodoh saya dateng kemari, ya allah… saya tanya jawabanya bib, sini tuh yang nanya ama ente syakur (kata habib salim) lu ajak ke merunda tempat empang bandeng lu ajak kesana, lu ajak jalan-jalan, terang bulan lu ajak sana, hah.. bulan berapa? Satu. Ayo jawab! Dia punya empang-empang ada seribu, semua ada jadi satu..sudah ngerti ndak. bulan satu empang ada seribu…tuh pergi tuh…

Raih pahala, sebarkan kebaikan..

Comments are closed.