Senin 6 Januari 2014, Penjelasan Kitab Arrisalatul Jami’ah, Sunah Wudhu


P
enjelasan Kitab Arrisalatul Jami’ah Bagian Sunah Wudhu
Senin, 6 Januari 2014

Alhamdulillah, para habaib, para kiai, para asatizah, hadirin wal hadirat yang dimuliakan oleh Allah swt, barusan dibacakan hadits yang diriwayatkan oleh sayiduna Abu Hurairoh r.a dari nabi besar Muhammad saw, yang mana syarah penjelasan dari pada hadits tersebut telah dibahas oleh para ulama sebelum saya yaitu habib Ahmad bin Muhammad bin Abdullah bin Ahmad Alkaf, demikian juga guru kita da’i Ilallah habib Jafar bin Muhammad Albagir bin Abdullah bin Salim Alathos yang mana ini semua mengajak kita agar kita senantiasa menghidupkan masjid masjid kita, memakmurkan masjid masjid kita dengan sholat lima waktu sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah swt.

Sebagaimana didalam hadits yang disebutkan oleh nabi besar Muhammad saw, ……………….. “Tidak ada sholat untuk tetangga masjid, untuk tetangga mushola melainkan di masjidnya atau di musholanya”. Karena itu ahyuhal ahbab, usahakan jangan sekali kali kita melaksanakan sholat melainkan dimasjid. Sebab setiap langkah yang kita langkahkan kerumah Allah swt, ditulis pahala oleh Allah swt, dan dihapuskan dengan setiap langkah kita, sekian banyak dari dosa dosa besar yang kita lakukan. Sebagaimana yang dijanjikan oleh nabi besar Muhammad saw, dan mereka orang orang yang memakmurkan masjid adalah orang orang yang mendapatkan kabar gembira dari Rasulullah saw, bahwasanya orang tersebut adalah orang yang beriman. Sebagaimana dinyatakan oleh Allah didalam Alqur’an, …………….. “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid masjid Allah adalah orang orang yang beriman kepada Allah swt”.

Sebagaimana nabi Muhammad bersabda didalam haditsnya saw, beliau mengatakan ……………. “Apabila engkau melihat seseorang yang rutin selalu datang ke masjid, maka saksikanlah bahwa dia adalah orang yang beriman kepada Allah swt”. Orang yang rutin ke masjid, dapat stempel dari Rasulullah saw sebagai orang yang beriman, Ya Rabb mudah mudahan keimanan kita dijadikan oleh Allah dijadikan keimanan yang benar, keimanan yang sejati. Tanyakan kepada diri kita, bagaimana kita sama masjid?

Terkadang maaf maaf, sedih kita kalau melihat masjid masjid kita, kurang lebih mirip sama rumah hantu, masuk kadang kebeberapa masjid kita takut, serem banget, sampai mau pergi kemasjid sholat subuh mikir dua kali. Sudah dijalanan gelap, sampai dimasjid kita takut, nanti kita takut orang yang bukain pintu, orang yang tidak berbentuk lagi. Kenapa? kosong masjid masjid kita, dibangun dengan megah, Lailahailallah.

Makanya tidak heran, jangan kita mengeluh, sekarang kita orang orang banyak mengeluh, masjid masjid kita diambil sama orang orang yang alirannya lain, dikuasai sama mereka, jangan salahin mereka orang, salahin diri kita sendiri, kenapa kita tidak makmurin masjid kita? mereka orang pada rajin sholat di masjid. Maaf maaf, kadang kita kalau pegang masjid cuma bisa berkelahi antar pengurus, tapi makmurin masjid dengan sholat lima waktu, dengan kegiatan, tidak bisa. Ini keadaan kita, ini yang harus kita perbaiki, kalau bukan kita orang yang suka pengajian begini, kalau bukan kita yang mencintai nabi Muhammad saw, yang memakmurkan masjid, mau siapa lagi?

Kita mengaku cinta sama nabi Muhammmad saw, gembirakan hatinya, jangan sampai kita termasuk orang yang menyakiti hati Rasulullah saw, nabi sampai ada niatan dihatinya ingin membakar rumah orang yang tidak melakukan sholatnya di masjid. Orang yang semacam ini nabi tidak suka, maka itu diberi peringatan semacam ini oleh Rasulullah saw. Kalau kita cinta sama nabi Muhammad, makmurin masjid masjid kita.

Ada beberapa sahabat nabi, rumahnya jauh dari masjid Nabawi, mereka punya niat untuk pindah rumah dekat dengan masjid Nabawi, sehingga mereka bisa mudah bolak balik ke masjid. Nabi dengar niat baik mereka, dipanggil mereka oleh nabi Muhammad saw, dan nabi mengingatkan kepada mereka, “Jangan kalian lakukan, tetap kalian dirumah kalian walaupun jauh, sebab setiap langkah kalian yang kalian langkahkan ke masjid Allah, kerumah Allah, ditulis pahala yang besar oleh Allah swt”.

Ada satu orang sahabat buta, datang kepada nabi Muhammad saw, kebetulan rumahnya agak jauh dari masjidnya nabi Muhammad saw, kota Madinah dizaman itu dipenuhi dengan kebun kurma. Artinya bagi orang buta, dari rumah untuk pergi kemasjid Nabawi, mesti melalui kebun. Hal itu hal yang sangat susah sekali kalau tidak ada yang menuntun, jangankan orang buta, kita tengah malam kalau mau pergi kemasjid yang semacam itu, mesti melalui kebun, susahnya minta ampun, apalagi orang buta. Ini sahabat yang buta datang kepada nabi Muhammad saw, minta izin kepada Rasulullah untuk tidak sholat di masjid nabi Muhammad saw. Minta izin untuk diizinkan biar dia sholat dirumah, sebab dibeberapa waktu anaknya sibuk, saudaranya sibuk, tidak ada yang menuntun dia kemasjid. Nabi terdiam, tidak lama nabi bilang kepada itu orang, “Saya mau tanya kepada mu, engkau dirumah mu itu mendengar tidak suara adzan dari masjid ku ini?”, dia mengatakan “Iya ya Rasulullah, saya mendengar”, “Apa yang kau dengar?” sambung Rasulullah, “Saya mendengar Hayya Alla sholah, Hayya Alla falah (ayo mari laksanakan sholat, marilah menuju kepada kebahagiaan dan keburuntungan)”, nabi Muhammad berkata “Itu panggilan panggilan siapa? panggilan Allah, lalu engkau tidak mau menjawab panggilan Allah”. Tidak diizinkan oleh Rasulullah saw sahabat itu, padahal orang tersebut ada udzurnya tetapi tidak diizinkan oleh Rasulullah saw, bagaimana kita sekarang, segalanya dikasih kemudahan oleh Allah swt.

Orang yang mau melangkahkan kakinya ke masjid untuk melaksanakan sholat 5 waktu, khususnya ditengah malam untuk melaksanakan sholat subuh ke masjid, memang berat. Memang berat, makanya nabi bilang “Yang paling berat terhadap orang orang munafik adalah sholat Isya dan sholat Subuh”, sebab kalau kita mau sholat subuh dimasjid, mesti siap dari sebelum subuh, jalan tengah malam, dikegelapan malam. Tapi ambil kabar gembira dari Rasulullah saw, apa yang disabdakan oleh nabi Muhammad saw didalam haditsnya? ………………… Rasull saw mengatakan, “Kasih kabar gembira”, Ya Rabb mudah mudahan kita dapat ini kabar gembira dari Rasulullah.

Kalau ada orang kaya yang dermawan berdiri disini bilang, “Ayo ambil kabar gembira dari saya” langsung mata kita pada hijau semuanya, pulang berbaris, tau kabar gembira dari dia, uang dari orang kaya, orang dermawan. Bagaimana kalau kabar gembira dari Rasulullah saw, kira kira apa itu kabar gembiranya? Ya Rabb mudah mudahan kebersamaan dengan beliau dihari kiamat.

Nabi bilang “Kasih kabar gembira”, untuk siapa? kalian mau tidak kabar gembira dari Rasulullah? kabar gembira dari Rasulullah untuk orang orang yang berjalan dikegelapan malam ke masjid. Khusus untuk mereka, berjalan dikegelapan malam ke masjid. Kabar gembiranya apa? nanti dihari kiamat mereka mendapatkan cahaya yang terang benderang dari Allah swt, yang akan menuntun mereka ke surganya Allah swt.

Coba kalau kita lihat kota Jakarta kita, sebelum subuh kita dapatin orang pada pakai kopiah putih, baju putih pergi ke masjid, demi Allah indah itu negeri, pemandangan begini hanya kita lihat di Madinah saja dan di Makkah. Pemandangan begini, sebelum subuh orang sudah berbondong bondong pergi ke masjid, paling tidak kita lihat di kota Tarim, kotanya para aulia Allah swt. Tapi dibeberapa tempat, sebagian besar tempat jarang kita lihat, palingan berbondong bondong pergi ke Senayan nonton bola, coba kalau mereka itu semuanya berbondong bondong semuanya pergi ditengah malam untuk melaksanakan sholat di masjid. Berapa banyak musibah yang akan diangkat oleh Allah swt, syiar Islam yang sesungguhnya adalah ini, bukan bendera yang berkibar, kalau bendera bisa kita dapatin dimana saja. Nabi saw sewaktu berperang, tau bendera yang digunakannya apa? kerudungannya sayidatuna Aisyah, syiar Islam yang sesungguhnya ini dia, yang sudah punah ditengah tengah umat Islam, Ya Rabb mudah mudahan dihidupkan lagi oleh Allah swt.

Hadirin hadirat yang dimuliakan oleh Allah swt, dalam pembahasan kita Risalatul Jami’ah yang lalu kita bahas tentang furudul wudhu, hal hal yang wajib kita lakukan dalam berwudhu dan itu sudah kita bahas tuntas. Sekarang tentang perkara perkara yang sunah untuk dilakukan saat seseorang berwudhu, dan sunah sunah nabi Muhammad saw sangat banyak sekali.

Seperti yang kemarin kita bahas, al imam alhabib Hasan bin Abdullah bin Alwi Alhadad, itu kadang kalau wudhu makan waktu sampai 1 jam, bukan was was, tapi makan waktu sampai 1 jam karena melaksanakan segala sunah yang disunahkan oleh nabi Muhammad saw, didalam berwudhu. Seseorang mendapatkan kemuliaan yang tinggi disisi Allah ketika yang menjadi perhatian besarnya adalah sunah nabi Muhammad saw, dan inilah perlombaannya para aulia, didalam mengikuti sunahnya Rasulullah saw. Mereka berlomba lomba mencari pengampunan Allah dan meneladani nabi besar Muhammad saw, diantara mereka yang paling menyerupai nabi Muhammad dialah yang paling sempurna.

Alhabib Abdullah bin Umar bin Yahya, ketika ditanya oleh beberapa muridnya tentang kaum Alawiyin, Asadah Alba’alwi, manusia manusia mulia keturunan Rasulullah saw, para aulia. Siapa diantara mereka yang paling mulia? semuanya mulia, tapi dari mereka yang paling mulia yang mana? maka beliau menjawab dengan jawabannya yang seharusnya ditulis dengan tinta emas, apa yang beliau katakan? ………….. “Sebaik baiknya kaum alawiyin, mereka para aulia Allah para orang orang sholeh semua, sebaik baiknya mereka yang terbaik adalah yang paling sempurna didalam meneladani nabi Muhammad saw.”

Kalau kita mau meraih kecintaan Allah, sunahnya nabi Muhammad jalani dengan sebaik baiknya, setelah kita menjalankan kewajiban kita dengan sebenar benarnya. Diantara sunah sunah yang dianjurkan saat berwudhu, dan saya berharap ini sunah sunah akan kita sebutkan banyak sekali disini, dan kita sebutkan tujuannya untuk dipraktekan dan diamalkan bukan sekedar masuk kuping kanan, keluar kuping kiri, sayang begitu saja lewat.

Saya harapkan Insya Allah minggu depan bawa buku tulisnya, kalau tidak dicatat akan hilang begitu saja. Ulama bilang …………………………… “Ilmu itu bagaikan binatang buruan, binatang liar yang diburu, sedangkan catetan adalah tali yang mengekang binatang buruan tersebut. Bentuk kebodohan seseorang, ketika dia sudah capek capek tempuh perjalanan panjang, siang malam dia berburu seekor binatang liar yang dia buru dan dia incar. Begitu dia dapat, setelah susah payah dia lepas begitu saja. Bodoh dia ini orang, hanya buang waktu dan buang tenaga, demikian juga halnya ilmu, kalau kita tidak kita catet akan hilang begitu saja”.

Ilmu lebih berharga dari uang, dari dunia, dari segalanya, karena itu saya berharap mudah mudahan kedepan kita hadir dimajelis ini pada membawa buku tulisnya, dicatat semuanya. Insya Allah membawa manfaat buat kita sekalian, sebab kalau kita catat, pulang kita tidak lupa, tidak ada yang hilang, terus sampai dirumah, manfaat kalau kita catat, kita bisa koreksi lagi, kita bisa jalanin, oh ini yang harus saya jalanin, ini yang harus saya lakukan, ini yang harus saya lakukan dari sunahnya nabi Muhammad. Terus tidak cuma itu saja, kita pulang bisa bawa oleh oleh, tidak bisa bawa martabak untuk istri kita, tapi bisa bawa ilmu buat anak istri kita. Bawa ini ilmu, ini denger dari habib, ini denger dari kiai, ini denger dari para ulama, para penceramah, nasehat ilmunya nabi Muhammad saw, sehingga mereka jalankan, mereka amalkan, kan kalau seperti ini enak.

Setiap malam selasa kita hadir bawa ilmu, pulang kerumah kita jalanin, anak anak istri kita jalanin semuanya. Terus berlangsung, seminggu, dua minggu, tiga minggu, kita sudah berapa tahun ngaji disini, alhamdulillah. Itu kalau terus begitu, kira kira rumah kita jadi bagaimana? jadi rumah yang dibanggakan oleh nabi Muhammad saw. Ya Rabb mudah mudahan kita dan anak keluarga kita dibanggakan oleh nabi Muhammad saw.

Diantara sunah sunahnya, hal yang wajib dilakukan saat berwudhu adalah pertama niat dan kedua membasuh wajah, dan niat waktunya berbarengan dengan membasuh wajah ketika air pertama menyentuh wajah. Jadi niat berwudhu waktunya berbarengan dengan membasuh wajah, disini ada sunah sunah yang dianjurkan untuk dilakukan sebelum membasuh wajah, apa saja?

Yang pertama, yang sunah dan dianjurkan untuk dilakukan adalah berniat. Loh bukannya niat nanti ketika membasuh wajah? ada dua macam niat, niat berwudhu “nawaitu thoharotan sholat” atau “nawaitu fardho wudhu” waktunya nanti ketika membasuh wajah. Tapi ada satu niat lagi yang lain, niat menjalankan sunah nabi Muhammad didalam berwudhu. Lain lagi niatnya kan? “Saya niat Ya Allah, saya niat sekarang menjalankan sunah sunah nabi Muhammad dalam berwudhu”, nah niat yang semacam ini bagian dari sunah nabi Muhammad didalam berwudhu, dan ini waktunya pertama kali, sebelum kita berwudhu dari sejak awal kita niat seperti itu. Sehingga apa yang kita lakukan dari sunah sunah, ditulis pahala oleh Allah swt dengan niatnya kita, “Inama amalu bil niat”.

Yang kedua, asiwak, siwak adalah bagian dari sunahnya nabi Muhammad saw, kita disini yang hadir berapa puluh ribu orang, di Majelis Rasulullah, ada sepuluh ribu? dua puluh ribu orang disini hadir? banyak sekali alhamdulillah Insya Allah jadi penyebab turunnya Rahmat. Saya mau tanya, ini dua puluh ribu orang, tiga puluh ribu orang disini kalau ditanya pada punya handphone, semuanya tanpa terkecuali ngeluarin handphone. Saya kalau mau tanya, disini yang pada hadir majelis malam selasa ini, di masjid Almunawar, kalau disuruh keluarin dari kantongnya, maaf maaf, rokok, hampir 90% pada ngeluarin, thoyib. Sekarang saya mau tanya, angkat tangan yang pada punya siwak dikantongnya, berapa banyak? alhamdulillah mudah mudahan Allah kasih berkah kepada yang punya siwak. Cuma terus terang kalau dilihat yang angkat tangan hanya 5 atau 6 orang yang kelihatan, Ya Rabb mudah mudahan minggu depan pada hadir majelis pada membawa siwak.

Ini siwak adalah sunah yang terbesar, salah satu sunah yang manfaatnya sangat besar. Hadirin sekalian, alhabib abu Bakar Masyhur, abu Bakar bin Ali Almasyhur, beliau didalam suatu muktamar do’a beliau pernah bilang, “Sekarang kita dapatkan dimana mana orang demo dengan tujuan agar ditegakan syariat Islam dinegara negara mereka. Tapi sampai detik ini kita tidak melihat perubahan, ketahuilah ajaran kita alba’alwi, ajaran siwak dan qalam (pulpen)”. Artinya apa? mengajarkan kita melaksanakan sunahnya nabi Muhammad saw. Hingga beliau bilang, kalau kita semuanya ini, jangankan semuanya deh, kita dipondok pesantren yang berapa puluh orang, semuanya menjalankan sunah siwak, lebih bagus dan lebih besar manfaatnya dari pada demo yang jutaan orang itu. Pengaruhnya untuk islam dan untuk umat islam, pengaruhnya untuk memancing pertolongan dari Allah, itu siwak lebih besar dari pada demo, dari pada apapun yang dilakukan oleh semua orang.

Ini siwak sunahnya nabi Muhammad saw, berapa banyak kemenangan diraih oleh pasukan pasukan yang dipimpin oleh sahabat Rasulillah saw, ketika mereka terpojok, namun mereka meraih kemenangan ketika mereka melaksanakan sunahnya nabi Muhammad saw. Disatu peperangan, sayidina Umar mengirim pasukan melawan orang orang kafir, sayidina umar kalau ngirim pasukan, musuh jumlahnya itu bisa 10 kali lipat daripada pasukan yang dikirim oleh sayidina Umar bin Khatab. Sayidina Umar kirim 1.000 orang, musuh itu bisa sampai 10.000, 20.000 sampai 100.000, pasukan yang dikirim hanya 1.000 orang. Tapi setiap pasukan yang dikirim oleh sayidina Umar tidak pernah kalah, terpojok iya, tapi tetap ujung ujungnya kemenangan diraih oleh mereka.

Dalam suatu peperangan, para sahabat terpojok, sudah dikepung, sehingga panglima perang menulis surat kepada sayidina Umar bin Khatab, minta dikirim bala bantuan, minta dikirim oleh sayidina Umar bala bantuan. Apa yang dilakukan oleh sayidina Umar? sayidina Umar hanya mengirim 1 orang membawa surat dari sayidina Umar bin Khatab, apa isi suratnya? diantaranya beliau bilang, “Saya sudah ikut peperangan bersama nabi Muhammad, puluhan peperangan dan saya tidak pernah dididik oleh nabi Muhammad saw bahwa kemenangan diraih dengan jumlah yang banyak. Selama saya berperang bersama nabi Muhammad melawan orang kafir, tidak pernah itu kita didik sama nabi Muhammad jumlah punya pengaruh penting, tidak. Sekarang kalian terpojok, kalian harus introspeksi, sunah nabi Muhammad apa yang kalian sepelekan wahai perajurit?” Itu yang ditanya, coba ini omongan kalau dibawa ke negara kita, atau kenegara siapapun, omong kosong dibilang.

Ini pola pikir yang diajarkan oleh nabi Muhammad kepada para sahabat, sehingga ketika diterima itu surat, semuanya tidak ada yang bilang omongan sayidina Umar omong kosong. Tapi ketika diterima itu surat, mereka sadar, “Betul juga apa yang disampaikan oleh sayidina Umar bin Khatab”, mereka intropeksi. Dilihat sunah nabi Muhammad dijalankan semuanya oleh mereka, tetapi ternyata ada satu yang tidak, apa itu? yaitu siwak. Maka sang panglima perang mengumpulkan prajuritnya, “Ini kalian pada menyepelekan perkara siwak, ini penyebab kita tidak mendapat pertolongan dari Allah dimedan perang, hayo masing masing dari kalian, potong itu batang pohon arak, potong dan pakai itu siwak dengan niat sunahnya nabi Muhammad saw.”

Maka, itu perajurit semuanya yang ribuan orang, berbondong bondong semuanya mencari pohon arak dan dipotong, habis itu mereka gunakan itu siwak. Pertolongan dari Allah datangnya tanpa diduga, kebetulan saat itu orang orang kafir mengirim mata mata, untuk memata matai kaum muslimin. Mata mata melihat heran, mereka kan melihat dari kejauhan, tidak tahu kronologisnya apa, cuma mereka heran melihat kaum muslimin lagi motongin batang pohon, kemudian lagi ngasah gigi mereka dengan kayu. Dari jauh kelihatan begitu, gigi diasah pakai kayu, ketakutan ini mata mata, pulang kepada kaumnya prajurit orang orang kafir, membawa kabar yang menakutkan, “Waduh mendingan kita kabur deh, kaum muslimin sudah terpojok, kelihatannya mereka sudah marah besar, mereka sudah tidak sabar sama kita, mereka lagi mengasah gigi mereka untuk mencabik cabik kita.” Hal ini tersebut dalam sejarah, pertolongan dari Allah datang dengan cara yang tidak tahu kita, subhanallah. Tanpa kita tahu dari mana datangnya, sehingga setelah itu, kaum muslimin siap siap berperang, melihat musuh tidak ada semuanya, sudah pada angkat kaki, berkat sunahnya nabi Muhammad saw.

Kita sekarang melihat keadaan kaum muslimin diberbagai penjuru, keadaan yang menyedihkan, darah mereka tidak ada harganya, nyawa melayang, jutaan, harga diri mereka tidak ada harganya. Yang menghacurkan Islam terkadang umat Islam sendiri, penyebabnya kita tidak usah fikir jauh, jumlah kita banyak, persenjataan kita banyak, kekayaan kita, minyak banyak sekali, tapi yang punah, sunahnya nabi Muhammad saw. Coba ini kalau satu masjid Almunawar yang hadir pada majelis ini malam, mulai detik ini, sunah siwak dijalanin, berapa banyak bala, musibah yang akan diangkat oleh Allah.

Musibah yang sesungguhnya bukan gunung merapi, musibah yang sesungguhnya kalau sunah nabi Muhammad terbengkalai ditengah tengah kita, Ya Rabb mudah mudahan Allah kasih taufiq untuk kita sekalian. Kalian sekali beli siwak ini, tidak perlu beli lagi, beda halnya dengan rokok, paling keluar uang 10 ribu, 20 ribu untuk membeli siwak. Rokok setiap hari saya tidak tahu sebungkus berapa harganya, 12 ribu? Ya Allah, 10 hari sudah berapa itu? 120 ribu, kalau sebulan? 360 ribu. Itu 360 ribu kalau dikampung, orang bisa hidup 1 bulan. Kasihan itu uang, 360 ribu dari satu orang, bagaimana dari 20 ribu orang? bisa bangun pesantren dengan hanya sebulan, Ya Allah, sayang, sayang buang uang.

Alhabib Abdullah bin Umar Asyatiri r.a beliau punya abiyat, abiyat syi’ir yang sangat indah yang seharusnya itu ditulis dengan tinta emas. Apa beliau bilang? ……………………… Habib Abdullah bin Umar Asyatiri, guru besar umat Islam yang ada didunia ini, hingga alhabib Alwi bin Muhammad bin Ahmad almuhdar mengatakan, “Saya masuk keseluruh pelosok dinusantara, tidak pernah saya mendapatkan seorang alim melainkan murid atau murid daripada muridnya habib Abdullah bin Umar Asyatiri, gurunya umat Islam”.

Beliau bilang dalam sya’irnya, “Engkau menganggap rokok bagus banget, istiqamah merokok dimulut mu, terus kalau mau pakai siwak malu. Engkau malu pakai siwak dimulut mu?” padahal kalian kalau beli rokok, tertulis itu di kotaknya, serangan jantung, stroke, paru paru, impoten, Allah Ya Fadh jangan sampai, terus tidak bisa melahirkan. Bingung kita, ini racun, sudah dikasih tahu ini racun, tapi tetep dikeluarin uang untuk beli. Lain kali itu tulisan begitu tidak cukup, saya berharap beberapa kalian ini kalau mau beli rokok, beli di Singapura. Di Singapura rokok harganya 10 kali lipat dari seharusnya. Kenapa? memang mau dihapuskan rokok, terus kalau kalian lihat, rokok disana itu gambarnya menakutkan, gigi yang hitam, muka bonyok, paru paru, jadi kalian lihat ini begini nantinya keadaan kalian.

Habib Abdullah Asyatiri bilang, “Kedokteran, agama sudah melarang mu untuk melakukan ini, terus sebaliknya, kedokteran, agama, menyuruh kita memakai siwak, menyuruh kita untuk meninggalkan rokok”, alesannya ada saja, padahal kalau kita rubah, kita balikin daripada pakai rokok, lebih baik pakai siwak, untung buat kita dunia dan akhirat.

Salah satu keuntungan pakai siwak ini banyak, alhabib Alwi bin Abdullah bin Sahbudin bilang, itu bahwasanya ulama menyatakan lebih dari pada 70 faedah keuntungan menggunakan siwak, sebagaimana lebih dari pada 70 mudharat ketika seseorang merokok. Ini siwak, orang yang rutin memakai siwak, salah satu faedahnya, ketika meninggal dunia, mudah baginya mengucapkan La Illahaillah, ga tau kalau rokok, terus terang saya tidak tahu. Sayang itu uang kata habib Abdullah bin Umar Asyatiri kalau kita buang, kalau kita bakar. Dari pada kita bakar itu uang, infakin dijalannya Allah swt, ini adalah salah satu sunah yang diajarkan oleh nabi Muhammad saw, itu disunahkan siwak dari kayu arak.

Alhabib Abdurahman Masyur itu sampai untuk dia sendiri bisa 10 siwak dia pakai. Bagaimana? satu ditaruh dikantung atas, dikantung bawah, ada satu ditempat tidur, satu dikamar mandi. Ditanya “Habib Abdurahman kenapa sih antum begini? siwak kan cukup satu saja?” dijawab “Engga, kadang tuh syaiton bikin ane lupa, jadi udah tidak ada lagi syaiton bikin ane lupa, ilang dikantong atas, ada dikantong bawah, tidak ada dikantong bawah, ditempat tidur ada, kamar mandi ada, semuanya lengkap”. Dimana dia pergi ada siwak, kenapa? sebab ini perkara penting, kemenangan umat disitu, bala musibah turunnya gara gara itu disepelekan, ini kayu arak sunahnya.

Terus juga disunahkan menggunakannya dengan tangan kanan, dan meletakannya seperti ini, dari ujung bawah ke ujung atas, jari kelingking disisi bawah siwak, diikuti jari manis, jari tengah, jari telunjuk disisi atas, kemudian jempol disisi bawah mendekati atas siwak, digunakannya seperti itu.

Kemudian dianjurkan juga ketika kita bersiwak, dimulai dari tengah gigi kita bagian atas, kearah kanan kedalam, terus begitu sampai didalam turun kebawah, ditarik lagi ketengah dibagian bawah gigi, terus naik keatas, ditarik lagi kearah kiri dalam, sampai didalam turun kebawah, ditarik lagi ketengah bagian bawah. Ibaratnya kayak angka 8, hal ini 3 kali dilakukan.

Kemudian ada do’anya …………… “Ya Allah putihkan gigi saya” yang kedua do’anya ……….. “Dan kuatkan gusi saya” …………. “Dan baguskan rahang dan bibir saya dengan ini siwak” …………. “Dan kasih keberkahan untuk saya ketika saya bersiwak” ………….. “Dan berikan saya pahala yang besar Ya Arhamarahimin” itu do’anya. Orang kalau rutin pakai siwak, Insya Allah giginya putih, bagus dan sampai tua masih bisa makan daging, Insya Allah.

Manfaatnya banyak, kalau kita mau bahas tentang itu semua tidak ada habisnya, ini siwak intinya disunahkan sebelum kita berwudhu. Pertama tama itu setelah melaksanakan niat sunah berwudhu adalah bersiwak. Besok saya akan tanya, besok keluarin siwak, pada keluarin siwak Insya Allah. Kenapa saya bilang begitu? malam selasa besok kebetulan pas malam 12 Rabiul awal, malam kelahirannya Rasull saw. Kita kalau ulang tahun ingin dikasih hadiah kan? nah sebaik baiknya hadiah yang kalian berikan kepada nabi Muhammad adalah sunah sunah nya yang dijalankan. Insya Allah, Allah bimbing kita kejalan yang diridhoi oleh Allah swt, dan dibukakan hati kita oleh Allah swt, apa yang disampaikan oleh guru guru kita Insya Allah membawa manfaat untuk kita sekalian.

Raih pahala, sebarkan kebaikan..

Comments are closed.