Wali Allah SWT

Jalsatulitsnain Majelis Rasulullah Saw

18 Februari 2019

-Habib Alwi bin Abdurrahman Al-Habsyi-

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

نَوَيْتُ التَّعَلُّمَ وَالتَّعْلِيْمَ، وَالنَّفْعَ وَالاِنْتِفَاعَ، وَالْمُذَاكِرَةَ وَالتَّذْكِيْرَ،
وَالإِفَادَةَ وَالاِسْتِفَادَةَ، وِالْحِثُّ عَلَى تَمَسُّكِ بِكِتَابِ الله،
وَبِسُنَّةِ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلَّم،
وَالدُّعَاءَ إِلَى الْهُدَى، وَالدِّلالَةَ عَلَى الْخَيْرِ،
اِبْتِغَاءَ وَجْهِ الله وَمَرْضَاتِهِ وَقُرْبِهِ وَثَوَابِهِ

الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
لاحول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
نعم المولى ونعم النصير

  1. عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِو آلِهِ وَسَلَّمَ(إِنَّ اللهَ تَعَالَـى قَالَ : مَنْ عَادَى لِـيْ وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْـحَرْبِ( رواه البخاري

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda ” Barangsiapa memusuhi wali-Ku, sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya” (HR Bukhari)

Berkata di dalam Kitab Qutuful Falihin Hadist yang 103 jadi orang yang memusuhi Wali Allah, benci kepada Wali Allah baik dengan ucapan atau dengan perbuatan berarti kata Allah hamba itu menantang perang kepada Allah Swt. Menantang perang kepada Allah hasilnya kehancuran dan kebinasaan.  Allah baru sedikit menunjukan kuasanya saja kita tidak mampu, dalam hitungan beberapa detik Ribuannya orang bisa meninggal dunia ketika kita bermusahan dengan Wali. Wali itu adalah orang yang dekat dengan Allah. Seorang hamba yang di katakan dekat karena dia taat kepada perintah Allah semua perintah Allah dia jaga, semua perintah Allah di jauhi dan dia orang Mukmin , dia adalah Wali.  

         Kata Ulama Wali itu

  1. Orang yang Alim dalam urusan agama. 
  2. Waliitu orang yang tekun di dalam Ibadah. 
  3. Waliitu orang yang ikhlas dalam amal ibadah yang dia kerjakan. 

Mudah-mudahan kita menjadi orang yang mencintai para Wali tersebut. Wali itu setiap zaman nya ada dan mungkin zaman sekarang semakin sedikit. Karakter Wali Nabi sebut di dalam beberapa Hadist. Kalau mau tau karakter wali yang bagaimana? Apakah yang berjubah? Apakah yang bersorban? Apakah yang pakai Imamah? Apakah yang setiap 5 waktu ada di Masjid? Bukan. Kata Nabi wali wali Abdal ku masuk Surga bukan karena banyaknya Sholat, bukan karena banyak puasa yang sunnah-sunnah akan tetapi karena mereka mempunyai 3 hal. 

  1. Jiwanya Dermawan. 
  2. Hatinya bersih dari penyakit hati. 
  3. Hatinya di penuhi kasih sayang untuk seluruh Manusia. 

Itulah karakter Wali. Orangnya Zuhud, Waro, Qanaah, rajin Zikir, rajin baca Qur’an, rajin pergi ke Masjid , terkadang pakaiannya bagus, terkadang pakaiannya jelek. Sebagaimana dalam Hadist Rasul : berapa banyak golongan yang pakaiannya compang camping . kalau datang kerumah orang di usir akan tetapi kalau berdoa di Kabul sama Allah. Jadi wali ini tidak bisa di tebak dari segi pakaiannya akan tetapi bisa di ketahui dari kejernihan hati dan sanubarinya. 

Hadist malam ini menjelaskan tentang 2 hal. 

  1. Keutamaan wali-wali Allah 
  2. Hati hati jangan sampai kita bermusuh kepada wali-wali Allah. 

Karena kata Nabi dalam Hadist Qudsi, barang siapa yang bermusuh dengan wali baik dengan ucapan, kita hina, kita remehkan, atau dengan perbuatan kita pukul kita sakiti, hati hati, berarti orang itu menantang perang denganku kata Allah. 

Ibu bapak hadirin-hadirat yang di rahmati oleh Allah wali ini orang-orang Istimewa. Makanya kita di suruh jaga. Di dunia hatinya gembira terus . ada orang sanjung dia tidak pengaruh. Ada orang hina dia juga tidak pengaruh. Di hari kiamat pun juga senang karena mereka mendapatkan rahmat nya Allah. Di dunia mereka bertaqwa sama Allah bagi mereka kabar gembira di dunia dan akhirat. Makanya hati hati saudara.

         Kata ulama kalau kita duduk di depan pejabat jaga kita punya lisan Insya Allah kita selamat. Tapi kalau kita duduk di depan orang Alim apa lagi wali yang harus kita jaga bukan mulut saja karena mereka tidak mendengar dari mulut kita. Dia mendengar apa yang terbesit  dalam hati kita sebagaimana tadi kita dengar yang di jelaskan oleh Al-Habib Abdurrahman Basyuro seorang wali itu tau hati seseorang. Makanya doa ketika kita duduk dengan seorang wali (ya Allah tutupi saya dengan tabir mu yang indah agar wali ini tidak melihat kotoran hati ini). Kenapa? Karena mereka tidak memandang kulit, atau pakaian, dan bukan bahasa yang terdengar oleh telinga akan tetapi yang mereka lihat adalah hati yang bersih dan semoga Allah bersihkan hati kita. 

         Al-Imam ibnu Atho illah pernah berkata: hati hati kamu wahai saudaraku yang ku sayang jangan sampai ikut campur atau ikut kelompok pembenci Wali . jangan sampai kalian ikut golongan pembenci wali, apa lagi tidak percaya dengan wali, nanti kalian akan terkena 2 perkara yang pertama kalian gugur dengan rahmat Allah, yang kedua kalian akan terkena bala dunia dan akhirat. 

         Ada sebagian kata Imam Ibnu Atho Illah dalam kitabnya Al-Atho ibulminan. Sebagian kelompok orang-orang yang ngerti agama dalam ilmu Zohir mereka percaya kepada wali tapi mereka menghina. Kenapa? Karena mereka melihat nya Ilmu Zohir saja. Mereka percaya ada wali tapi mereka tidak percaya wali ada di mana. 

          Kata Imam Ibnu Atho Illah kalau ente ketemu orang alim yang begitu tidak percaya dengan wali ini dan wali itu ente jangan deketin itu orang dan larilah kamu dari dia sebagaimana engkau dari pada singa. Kenapa? Karena ini orang racun. 

         Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad mengatakan siapa orang yang mengingkari para wali dia akan terkena musibah hatinya akan terkena hati yang mati. 

Apa penyebab orang melihat wali bukan nya senang malah benci? Dengan nasehatnya wali bukannya tambah cinta akan tetapi malah mengingkari. 

Sebabnya kata Imam Abu Thurob kalau orang sudah terbiasa berpaling dari Allah ninggalin sholat, menjauh dari Masjid, ninggalin ketaatan pada Allah pasti orang itu akan memiliki rasa benci pada wali-wali Allah. 

         Sifatnya para Nabi, sifatnya para wali sifatnya ulama yang mukhlisin mereka itu punya hati penuh kasih sayang kepada sesama manusia. Para rasul,para Nabi, para wali hatinya itu damai, tidak pernah nyumpahin orang. Tapi Allah sayang kepada mereka. Kalau mereka di hina, kalau mereka di zolimi atau mereka di kriminalisasi atau mereka di jahati Allah cemburu dan akan menimpahkan azab dan musibah. 

         Maka Al-Imam As-Syekh Al-Imam Ahmad bin Idris Al-Maghribi Al-Hasani mengatakan berhati-hatilah kalian jangan pernah hina orang Muslim apalagi kalian jahat. Boleh jadi orang yang kalian hina itu wali. Akan tetapi kalian tidak sadar. Khawatir kalian termasuk golongan dari musuh-musuh nya Allah. 

         Apa karakter wali dalam Hadist ada ummat-ummat saya kalau tidak ada di kampung tidak di cari sama orang. Kalau ada perkumpulan tidak di angkat namanya. Kalau duduk di suatu majelis tidak di suruh maju kedepan boleh jadi dia wali nya Allah. Kalau ada wali memaki orang alangkah baik nya kita diam saja. Tidak akan nyambung hati dia dengan hati kita. Misalkan ada wali tidak sholat jangan di ikuti akan tetapi benci jangan. Dia punya hal sendiri. 

         Al-imam Al-Habib Idrus bin Umar Al-Habsyi dalam kitab beliau di Tanya sama muridnya wahai Habib kenapa kok sahabat Nabi Saad bin Abi Waqash nyumpahin? Kalau ada orang yang ngomonngin dia di sumpahin? Ada orang berkata yang tidak enak untuk beliau di doain dengan doa yang tidak baik. Kata Al-Habib Idrus bin Umar Al-Habsyi mereka itu beda. Wali itu beda apa lagi sahabat Rasul. Saad bin Abi Waqash nyumpahin orang yang ghibahin dia dan jahatin dia itu bukan untuk pribadi dia. Tapi untuk menjaga kehormatan semua sahabat-sahabat Rasul agar tidak di lecehkan. Akan tetapi kalau urusan pribadinya tidak akan marah.ini lah karakter para wali-wali Allah. Demikian juga ulama atau aulia. Apalagi bermusuh dengan mereka para wali wali Allah. 

            Al –Habib Zein bin Ibrahim bin Sumaith dalam kitab Minhajussawi ada tulisan beliau mengatakan berkata para ulama sesungguhnya di katakan oleh Ulama ghibahin para ulama apalagi wali apalagi Ahlul Bait Rasul maka orang itu akan terkena dosa yang sangat besar. Pelakunya berarti orang Fasik dan kesaksiannya di tolak. Dan sudah banyak terjadi dimana-mana kalau ada orang musuhin ulama, benci kepada wali matinya Suul Khotimah. 

         Syekh Abdul Qodir Jailani pernah berkata di dalam kitabnya barang siapa yang menghina wali, lecehin wali dia akan terkena musibah akan mati hatinya. 

         Imam Abul Abbas  Al Mursi salah satu wali di zamannya beliau mengatakan saya sudah melihat berapa orang yang waktu hidup suka menyela ulama, menghina para wali ternyata matinya semuanya dalam keadaan suul khotimah. 

         Imam Abu Yazid Al Busthomi punya murid lalu muridnya membangkang. Kata sebagian teman-temannya ente tidak boleh membangkang sama guru ente. Ente punya guru Abu Yazid Al-Busthomi bukan sembarang orang. Akan tetapi dia tidak perduli. Akhirnya sampai berita kepada Al-Imam Abu Yazid Al-Busthomi dan apa kata beliau? Biarin aja…orang kalau sudah bencin dengan orang berilmu orang itu gugur dari rahmatnya Allah. Tidak lama kemudian murid yang pintar ini berkumpul dengan maling akhirnya menjadi maling dan tertangkap tangannya di buntung-buntungin. 

         Dahulu Syekh Abdul Qodir Jailani ketika baru menginjak usia dewasa bersama 2 temennya pergi kerumah wali. Ketika masuk kerumah wali dan ketika Syekh Abdul Qodir Jailani melihat wali ini berkata dalam hati nya Ya Allah mudah-mudahan saya mendapat berkah dari wali ini dan berkata wali tersebut wahai Abdul Qodir ane melihat ente nanti suatu hari akan duduk di atas kursi di depan ente semua wali-wali dari segala penjuru datang dan tunduk di depan kaki ente. 

Lalu temannya yang bernama Ibnu Saqqa pas liat ini wali hatinya tidak percaya. Lalu apa kata wali tersebut? Diam kamu. Sebab aku mencium bau kekufuran kayaknya nanti kamu matinya dalam keadaan kafir. Setelah beberapa tahun Ibnu Saqqa menjadi orang Alim akhirnya berdebat dengan orang Nasrani dan kalah akhirnya masuk ke dalam agama Nasrani. Sementara Syekh Abdul Qodir Jailani menjadi Wali karena menjaga hati kepada wali wali Allah. Begitu juga kita. Makanya di sini dalam Hadist Qudsi barang siapa yang bermusuh dengan wali waliku berarti mereka menantang perang denganku kata Allah di dalam Hadist Qudsi ini. Mudah-mudahan Allah bersihkan hati kita. Di letakan rasa Mahabbah dan rindu kepada wali-wali Allah. Hadist ini sebetulnya panjang . insya Allah kalau ada waktu akan kita lanjutkan Hadist ini. Mudah-mudahan yang  sedikit ini ada manfaat nya

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi wabarakatuh. 

Raih pahala, sebarkan kebaikan..

Comments are closed.